Saturday, December 09, 2006

Sedih dan Lucu

Sedikitnya delapan orang meninggal dan 5 orang masih hilang sebagai korban ledakan pipa gas Pertamina di pusat semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Rabu (22/11), karena mengalami luka bakar hebat ataupun karena ditenggelamkan oleh lumpur.
Ledakan yang mengejutkan, dan kobaran api yang membumbung tinggi membuat wilayah sekitarnya terang-benderang itu, juga membuat warga sekitar mengeluhkan sesak napas. Kepanikan saat kejadian juga dilaporkan melanda warga di sekitar pusat semburan luapan lumpur, seperti warga Desa Siring, Jatirejo, Kedungbendo, Besuki, Mindi dan lainnya. Warga sekitar lokasi berteriak histeris dan berlarian untuk menyelamatkan diri. Ada yang berlarian ke penyeberangan jalan tol, maupun ke beberapa ruas jalan raya, termasuk ke jalan Jalan raya Porong-Malang.
----*----
Saat tulisan ini ditulis (23/11 malam) masih banyak daerah –diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Porong tempat lumpur Lapindo- belum mendapatkan jatah kucuran hujan. Sepanjang hari kegerahan, siang sangat panas, dan pagi pun bukannya dingin tetapi hangat. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprakirakan musim hujan tahun ini mundur sehingga berdampak suhu udara di Surabaya kecenderungannya terus meningkat makin panas, berkisar 25-37 derajat Celcius.
Sementara di Banyuwangi Pada musim kemarau seperti sekarang ini, warga Desa Curahjati yang sebagian besar berladang tidak bisa lagi menjalankan pekerjaannya sebagai petani. "Jangankan untuk mengairi ladang atau lahan persawahan, untuk keperluan mandi dan memasak sudah sangat terbatas," kata Kepala Desa Curah Jati, Purwoharjo, Banyuwangi, Suwarmin seperti dikutip Antara, Senin (14/11).
Berita sebelumnya lagi 29/08/2006, ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Cawas, Karangdowo dan Bayat, saat ini terancam tak berproduksi. Masalahnya, areal di sana dilanda bencana kekeringan. Kondisi ini masih diperparah serangan hama ulat lagi. Tanaman padi dan palawija di sana kini layu. Sebagian lain sudah menguning, pertanda akan mati. Sedang tanaman palawija yang masih menghijau diserang hama ulat. ''Melihat kondisi ini, jelas bakal gagal panen,'' ujar Suroso (35), petani di Desa Tlingsing, Cawas, Klaten.
----- * -----

Apa yang dilakukan beberapa manusia menghadapi fenomena alam yang tidak biasa, yang sebenarnya merupakan akibat dari ulah tangan-tangan manusia sendiri yang telah berbuat kerusakan di muka bumi ?

Ribuan warga Curah Jati, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur menggelar ritual meminta hujan (Mantu Kucing), setelah kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Selain sebagai wujud permohonan berkah dari Tuhan Yang Mahaesa agar segera menurunkan hujan, ritual ini juga untuk melestarikan budaya masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, mereka berangkat dari rumah sesepuh tokoh masyarakat dengan iring-iringan kesenian jaranan, tiban. Sebelum berangkat mereka membawa nasi tumpeng ke tempat sumber mata air umbul yang berlokasi di tengah hutan karetan. Lokasi ini berjarak dua kilo meter dari perkampungan. Para warga secara sukarela membawa tumpengan ini untuk dihidangkan kepada warga yang ikut selamatan dalam acara ritual itu.
Kelompok pertama terdiri dua warga, masing-masing membawa dua kucing jantan dan betina, bersama para jogo tirto, yang diikuti kesenian jaranan bersama warga masyarakat. Setiba di lokasi umbul, dengan dipimpin salah seorang sesepuh membacakan mantra di seputar sumber mata air umbul. Acara ini ditandai dengan memandikan dua kucing jantan dan betina, dengan melepas kucing tersebut ke lubang, tempat sumber mata air umbul tersebut. Setelah dimandikan, pasangan kucing jantan dan betina itu dilepas kembali di sekitar lokasi sumber mata air umbul itu.
----- * -----
Ritual menyedihkan juga dilakukan sekelompok orang berpeci putih haji yang mengaku punya kemampuan supranatural untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo. Kambing, ayam, dan sesajen dilemparkan dengan sia-sia ke dalam kolam lumpur panas dengan maksud menghentikan semburan.

Cobalah rasakan betapa keji dan sia-sianya perbuatan mereka. Untuk hal yang demikiankah binatang-binatang dan makanan tersebut dibuat Allah ? Astaghfirullah...

Menghentikan aliran air dari kran PDAM yang sedang mengalir dengan debit yang kecil saja mereka memanggil tukang ledeng, nggak bisa..., apalagi semburan lumpur berdebit 150 ribu m3 / per hari. Sementara itu atribut-atribut yang selama ini sering dikonotasikan sebagai atribut orang Islam selalu saja mereka kenakan, agar direpresentasikan sebagai orang Islam. Adakah ajaran Islam yang mengajarkan perbuatan keji dan sia-sia seperti ini ? Bukankah perbuatan keji dan sia-sia merupakan perbuatan syaitan dan kawan-kawannya ?

Belum lagi cerita menyedihkan tentang ulah sebagian orang yang bikin mampet pompa pembuangan lumpur Lapindo. Lembaran-lembaran Alquran disobek-sobek dikumpulkan dalam sarung dan kemudian dilemparkan ke pusat semburan Lumpur. ”Agar sembutan lumpurnya mampet,” katanya.

Bukannya menghentikan semburan lumpur, yang tejadi malah jadi sampah yang menyumbat lubang pipa intake ke pompa penyedot lumpur yang akan dibuang ke kali Porong.

Aneh… tetapi itulah kenyataan sebagian dari saudara kita yang mengaku Islam, atau menggunakan atribut-atribut keislaman yang digunakan secara pamer. Ajaran Islam dicampur aduk dengan warisan nenek moyang layaknya upacara Kesada, masyarakat Badui Tengger di Gunung Bromo yang melemparkan kambing, ayam, dan sesajen lainnya ke kawah gunung. Bahkan perkiraan saya -kalau bukan takut dianggap kriminal- golongan mereka ini akan mengorbankan para gadis perawan sebagai persembahan kepada sang hyang atau para dewa layaknya film-film Conan the Barbarian…

Sedih melihat penderitaan yang dialami para korban, tetapi kenapa harus menyikapinya dengan tindakan yang lucu-lucu dan tidak rasional seperti ini ?. Padahal Allah swt telah mengingatkan agar jangan hanya anut grubyuk tanpa landasan akal dan syara’, dengan semua apa yang dilakukan nenek moyang kita.

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (7:28)

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk ?. (5:104)

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.(2:169) Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: ", tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami". ", walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (2:170) Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja . Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. (2:171).

Lucu memang melihat dan mendengar ulah-ulah yang menggelikan dan tidak masuk akal, tetapi tentu saja sedih karena dakwah Islam ke saudara-saudara kita ini “tidak” sampai dengan benar. Masih banyak yang masih harus kita lakukan, minimal paling tidak mari kita sendiri kembali Alquran dan Hikmah yang ada di dalamnya. Baca terjemahannya dan mari kita jalankan dalam wujud amal sholeh -yang jauh dari sifat keji dan sia-sia- setiap hari.

Mohon maaf apabila tak berkenan, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ChAn
24112006
pojok-chan.blogspot.com

No comments: